pengobatan ADHD

Terapi dengan pemberian obat merupakan cara yang sangat efektif untuk mengatasi gejala ADHD, tetapi hanya bekerja apabila digunakan sesuai peresepan. Berbeda dengan antibiotik dan obat-obat sejenisnya yang dimakan dalam periode singkat untuk mengobati infeksi dan gangguan lain, obat ADHD tidak ada yang dapat menyembuhkan dalam jangka waktu yang singkat. Untungnya, kebanyakan anak dengan ADHD dapat mengalami perbaikan nyata dengan kombinasi obat-obatan dan terapi perilaku.

Sejumlah orang tua cemas bahwa obat ADHD akan menyebabkan anaknya mengalami ketergantungan. Hal ini merupakan kesalah-pengertian yang umum menyangkut obat ADHD.
Menurut National Institute on Drug Abuse (NIDA), anak yang menggunakan obat untuk mengobati ADHD akan lebih sedikit mengalami masalah penyalahgunaan zat dibanding anak ADHD yang tidak mendapatkan obat.

Adalah penting bahwa anak anda mengerti tentang obat ADHD, mengapa diresepkan dan bagaimana obat dapat membantunya. Hal ini terlebih lagi penting bagi anak-anak yang lebih besar dan remaja, yang merasa khawatir akan menjadi “berbeda” karena mereka harus minum obat.

Untuk kebanyakan anak, obat ADHD akan membuat mereka lebih tenang dan lebih mampu untuk fokus dan berkonsentrasi. Beberapa dari perubahan ini mungkin luput dari perhatian anak – meskipun orangtua dan guru dapat melihat perubahan tingkah laku yang positif bila obat bekerja dengan seharusnya. Obat ADHD seharusnya tidak mengubah kepribadian dasar anak meskipun membuatnya kurang hiperaktif dan lebih memperhatikan. Kadang anak melaporkan perasaan yang sedikit tidak biasa / berbeda waktu pertama makan obat ADHD, tetapi perasaan ini biasanya ringan dan akan menghilang.

sumber: adhd org

Kelainan yang sering menyertai ADHD part 2

Gangguan pola perilaku yang menentang peraturan (Oppositional Defiant Disorder / ODD) – Gangguan kelakuan (Conduct disorder)
Anak dengan ODD sering tidak patuh kepada peraturan dan punya kecenderungan untuk menyusahkan orang lain. Sejumlah anak dengan ADHD yang menunjukkan masalah tingkah laku dapat didiagnosa dengan gangguan perilaku.
Gangguan perilaku adalah kelainan psikiatrik yang serius dimana anak bersifat agresif terhadap orang dan binatang, merusak barang, dan seringkali melanggar aturan di masyarakat.


Ketidak-mampuan belajar dan berbahasa (Learning and language disabilities)
25 sampai 30 persen anak dengan ADHD juga mengalami masalah dalam bahasa atau belajar. Anak dengan kondisi penyerta ini dapat mengambil manfaat dari terapi sekolah dan bahasa, juga bantuan tambahan di sekolah.

Gangguan cemas (Anxiety disorder) dan Depresi (Depressive disorder)
Tambahan pula, 33 persen anak dengan ADHD juga memiliki kecemasan (anxietas) atau gangguan alam perasaan (seperti depresi). Anak dengan masalah ini dapat ditolong dengan pengobatan tambahan, termasuk terapi bicara, obat, atau keduanya.

Gangguan bipolar (Bipolar disorder)
Salah satu keadaan yang lebih serius yang mungkin terjadi bersamaan dengan ADHD adalah gangguan bipolar. Sejumlah tanda yang menunjukkan anak anda mempunyai gangguan bipolar adalah rasa gembira yang berlebihan, pola pikir cepat, dan kurang perlu tidur, sangat iritabel, sensitif dan reaktif secara berlebihan serta emosinya sering dikatakan seperti “roller-coaster”.

Hanya klinisi yang berkualifikasi kesehatan jiwa yang dapat menentukan apakah kelakuan anak anda disebabkan oleh ADHD, kondisi lain, atau kombinasi keduanya

Kelainan yang sering menyertai ADHD

Penelitian membuktikan bahwa 2/3 anak yang didiagnosa ADHD mempunyai paling sedikit satu tambahan kelainan gangguan mental atau belajar.

Untuk memastikan diagnosa yang tepat, dokter yang merawat anak anda akan memeriksa kondisi lain yang memperlihatkan gejala yang mirip dengan ADHD. Dokter dapat menemukan bahwa anak anda menderita ADHD, kondisi lain, atau ADHD dengan kondisi lain. Keadaan dimana terdapat lebih dari satu kelainan disebut kondisi penyerta.

Kondisi penyerta dapat menyebabkan diagnosa dan pengobatan ADHD menjadi lebih sulit. Hal ini juga menyebabkan lebih banyak rintangan bagi anak untuk mengatasinya, karena itu penting untuk mengenali dan mengobati kondisi lain tersebut.

Kelainan yang Sering Menyertai ADHD:
  • Gangguan pola perilaku yang menentang peraturan (Oppositional Defiant Disorder / ODD)
  • Gangguan kelakuan (Conduct disorder)
  • Ketidak-mampuan belajar dan berbahasa (Learning and language disabilities)
  • Gangguan cemas (Anxiety disorder)
  • Gangguan depresi (Depressive disorder)
  • Gangguan bipolar (Bipolar disorder)
  • Penyakit Tourette (Tourette's Disorder)
sumber:Adhd org.

terapi ADHD

Terapi yang bisa digunakan untuk anak-anak ADHD


Farmakoterapi
Agen farmakologis untuk ADHD adalah stimulan sistem saraf pusat, terutama dextroamphetamine (Dexedrine), methylphenidate dan pemoline (Cylert). Food and Drug Administration (FDA) mengijinkan dextroamphetamine pada anak berusia 3 tahun dan lebih dan methylphenidate pada anak yang berusia 6 tahun dan lebih; keduanya adalah obat yang paling sering digunakan.

Secara keseluruhan, stimulan tetap merupakan obat pilihan pertama dalam terapi farmakologis ADHD.

PEMERIKSAAN KEMAJUAN TERAPETIK. Monitoring dimulai pada awal medikasi. Karena kinerja sekolah yang paling sering terganggu, prehatiandab usaha khusus harus diberikan untuk menegakkan dan mempertahankan hubungan kerja yang erat dengan sekolah anak.

Psikoterapi.

Medikasi sendiri saja jarang memuaskan kebutuhan terapik yang menyeluruh pada anak ADHD dan biasanya hanya merupakan satu segi dari regimen multimodalitas. Pada psikoterapi individual, modifikasi perilaku, konseling orang tua dan terapi tiap gangguan belajar yang menyertai mungkin diperlukan.

Jika menggunakan medikasi, anak dengan ADHD harus diberikan kesempatan untuk menggali arti medikasi bagi mereka. Dengan melakukan hal itu akan menghilangkan kekeliruan pengertian (seperti, “saya gila”) tentang pemakaian medikasi dan menjelaskan bahwa medikasi hanya sebagai tambahan. Anak-anak harus mengerti bahwa mereka tidak perlu selalu sempurna.

Jika anak-anak dengan ADHD dibantu untuk menyusun lingkungannya, kecemasan mereka menghilang. Dengan demikian, orang tua dan guru mereka harus membangun struktur hadiah atau hukuman yang dapat diperkirakan, dengan menggunakan model terapi perilaku dan menerapkannya pada lingkungan fisik, temporal dan interpersonal. Persyaratan yang hampir universal untuk terapi adalah membantu orang tua untuk menyadari bahwa sikap serba mengijinkan adalah tidak membantu bagi anak-anak mereka. Orang tua harus juga dibantu untuk menyadari bahwa, walaupun ada kekurangan pada anak-anak mereka dalam beberapa bidang, mereka menghadapi tugas maturasi yang normal, termasuk perlu mengambil tanggung jawab atas tindakan mereka. Dengan demikian, anak-anak dengan ADHD tidak mendapatkan manfaat dari dibebaskan dari persyaratan, harapan dan perencanaan yang berlaku untuk anak lain.

Karakteristik ADHD

Karakteristik anak-anak dengan ADHD adalah dalam urutan frekuensi:

  • hiperaktivitas
  • gangguan motorik perceptual
  • labilitas emosional
  • defisit koordinasi menyeluruh
  • gangguan atensi (rentang atensi yang pendek, distraktibilitas, keras hati, gagal menyelesaikan hal, inatensi, konsentrasi yang buruk),
  • impulsivitas (bertindak sebelum berfikir, mengubah perilaku dengan tiba-tiba, tidak memiliki organisasi, meloncat-loncat disekolah)
  • gangguan daya ingat dan pikiran
  • ketidakmampuan belajar spesifik,
  • gangguan bicara dan pendengaran
  • tanda neurologis dan iregularitas EEG yang samar-samar.

Kira-kira 75 persen anak-anak dengan ADHD hamper konsisten menunjukkan gejala perilaku agresi dan menantang. Tetapi, bilamana menantang dan agresi adalah berkaitan dengan hubungan dalam keluarga yang merugikan, hiperaktivitas lebih erat berhubungan dengan gangguan kinerja pada tes kognitif yang memerlukan konsentrasi. Beberapa penelitian menyatakan bahwa beberapa sanak saudara dari anak-anak hiperaktivitas menunjukkan cirri-ciri gangguan kepribadian antisosial.

Kesulitan sekolah, baik belajar maupun perilaku adalah sering ditemukan, kadang-kadang berasal dari gangguan komunikasi atau gangguan belajar yang ada bersama-sama atau dari distraktibiltas anak dan atensi yang berfluktuasi, yang menghalangi perolehan, penahanan dan penunjukkan ilmu pengetahuan. Kesulitan tersebut ditemukan terutama pada kelompok uji. Reaksi merugikan personal sekolah terhadap karakteristik perilaku ADHD dan menurunnya penghargaan diri karena merasa tidak mampu dapat berkombinasi dengan komentar merugikan dari teman sebaya sehingga menyebabkan sekolah menjadi tempat yang tidak menyenangkan, yang dapat menyebabkan dilakukannya perilaku antisosial dan perilaku merendahkan diri sendiri dan menghukum diri sendiri.

sumber: synopsis psikiatri

Zat -zat berbahaya Dalam Sebatang Rokok


abiez searching ternyata menemukan banyak tentang rokok
simak yak...

Rokok
adalah benda beracun yang memberikan efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang disekitar perokok yang bukan perokok.
  1. Asap rokok mengandung kurang lebih 4000 bahan kimia yang 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Beberapa zat yang sangat berbahaya yaitu tar, nikotin, karbon monoksida, dsb.
  2. Asap rokok yang baru mati di asbak mengandung tiga kali lipat bahan pemicu kanker di udara dan 50 kali mengandung bahan pengeiritasi mata dan pernapasan. Semakin pendek rokok semakin tinggi kadar racun yang siap melayang ke udara. Suatu tempat yang dipenuhi polusi asap rokok adalah tempat yang lebih berbahaya daripada polusi di jalanan raya yang macet.
  3. Seseorang yang mencoba merokok biasanya akan ketagihan karena rokok bersifat candu yang sulit dilepaskan dalam kondisi apapun. Seorang perokok berat akan memilih merokok daripada makan jika uang yang dimilikinya terbatas.
  4. Harga rokok yang mahal akan sangat memberatkan orang yang tergolong miskin, sehingga dana kesejahteraan dan kesehatan keluarganya sering dialihkan untuk membeli rokok. Rokok dengan merk terkenal biasanya dimiliki oleh perusahaan rokok asing yang berasal dari luar negeri, sehingga uang yang dibelanjakan perokok sebagaian akan lari ke luar negeri yang mengurangi devisa negara. Pabrik rokok yang mempekerjakan banyak buruh tidak akan mampu meningkatkan taraf hidup pegawainya, sehingga apabila pabrik rokok ditutup para buruh dapat dipekerjakan di tempat usaha lain yang lebih kreatif dan mendatangkan devisa.
  5. Sebagian perokok biasanya akan mengajak orang lain yang belum merokok untuk merokok agar merasakan penderitaan yang sama dengannya, yaitu terjebak dalam ketagihan asap rokok yang jahat. Sebagian perokok juga ada yang secara sengaja merokok di tempat umum agar asap rokok yang dihembuskan dapat terhirup orang lain, sehingga orang lain akan terkena penyakit kanker.
  6. Kegiatan yang merusak tubuh adalah perbuatan dosa, sehingga rokok dapat dikategorikan sebagai benda atau barang haram yang harus dihindari dan dijauhi sejauh mungkin. Ulama atau ahli agama yang merokok mungkin akan memiliki persepsi yang berbeda dalam hal ini.
Kalau bicara soal rokok nggak bakal habis deh pembahasannya,,
tunggu kelanjutannya yak,,,

Petatah petitih Minang

tadi pas lagi baca koran minangkabau jadi terinspirasi mau masukin ke blog petatah petitihnya orang minang,,,nah yuk mari kita belajar sedikit demi sedikit...

"Anak nalayan mambaok cangkua, mananam ubi ditanah darek. Baban sakoyan dapek dipikua, budi saketek taraso barek"
Beban yang berat dapat dipikul, tetapi budi sedikit terasa berat

"Anak ikan dimakan ikan, gadang ditabek anak tenggiri. Ameh bukan perakpun bukan, budi saketek rang haragoi"
Hubungan yang erat sesama manusia bukan karena emas dan perak, tetapi lebih diikat budi yang baik.

"Anjalai tumbuah dimunggu, sugi sugi dirumpun padi. Supayo pandai rajin baguru, supayo tinggi naikan budi."
Pengetahuan hanya didapat dengan berguru, kemulian hanya didapat dengan budi yang tinggi

"Alu tataruang patah tigo, samuik tapijak indak mati."
Sifat seseorang yang tegas bertindak atas kebenaran dengan penuh bijaksana

"Tarandam randam indak basah, tarapuang apuang indak hanjuik."
Suatu persoalan yang tidak didudukan dan pelaksanaannya dilalaikan.

"Anjuik labu dek manyauak, hilang kabau dek kubalo."
Karena mengutamakan suatu urusan yang kurang penting hingga yang lebih
penting tertinggal karenanya.

"Anguak anggak geleng amuah, unjuak nan tidak babarikan."
Sifat seseorang yang tidak suka berterus terang dan tidak suka ketegasan
dalam sesuatu.

"Alua samo dituruik, limbago samo dituang."
Seorang yang mentaati perbuatan bersama dan dipatuhi bersama.

"Alang tukang binaso kayu, alang cadiak binaso Adat, alang arih binaso tubuah."
Seseorang yang pengetahuannya tidak lengkap serta keahliannya tidak cukup
dalam mengerjakan sesuatu.

"Alat baaluah jo bapatuik makanan banang siku-siku, kato nan bana tak
baturuik ingiran bathin nan baliku."
Seseorang yang tidak mau dibawa kejalan yang benar menandakan mentalnya
telah rusak

"Alah bauriah bak sipasin, kok bakiek alah bajajak, habih tahun baganti
musim sandi Adat jangan dianjak"
Walaupun tahun silih berganti musim selalu beredar, tetapi pegangan hidup
jangan dilepas.

"Adat biaso kito pakai, limbago nan samo dituang, nan elok samo dipakai
nan buruak samo dibuang."
Yang baik sama dipakai, yang buruk sama ditinggalkan.

"Anak-anak kato manggaduah, sabab manuruik sakandak hati, kabuik tarang
hujanlah taduah, nan hilang patuik dicari."
Sekarang suasana telah baik, keadaan telah pulih, sudah waktunya
menyempurnakan kehidupan.